Novel Cultivation Online Ch. 02 Bahasa Indonesia

Dukung Penerjemah Demi Keberlanjutan Novel Favoritmu Disini :)

"Status karakter." Yuan mengaktifkan perintah sistem melalui pikirannya seperti yang dilakukannya dengan benda talisman sebelumnya.

Nama: Yuan

Kultivasi: Tidak Ada

Warisan: Tidak Ada

Garis Darah: Tidak Ada

Fisik: Fisik Pemurnian Surgawi

Kekuatan Fisik: 34

Kekuatan Mental: 275

Kekuatan Jiwa: 1.210

Pertahanan Fisik: 10

Pertahanan Mental: 1.121

"Apa maksud dari status ini?" Dia merenung dan terus merenung, tetapi tanpa panduan atau seseorang yang mengajarkannya, dia tetap merasa bingung.

"Dari apa yang dikatakan pencipta gamenya, tidak akan ada panduan ataupun arahan, meninggalkan kami para pemain untuk belajar tentang game ini sendiri..."

"Harusnya ada sistem level di jenis game seperti ini, tetapi di mana bar XP ku? Berapa levelku? Ini terasa lebih seperti dunia nyata ketimbang sebuah game." Yuan membuka dan menutup tangannya.

Bang!

Tiba-tiba, dia meninju sebuah pohon di dekatnya.

"Ah! rasanya benar-benar sakit! Apakah terasa sakit karena game ini mengirimkan sinyal nyeri ke otakku, membuatku percaya bahwa aku benar-benar memukul pohon itu secara nyata? ini... benar-benar mengerikan."

Bagaimana jika dia ditusuk dengan pedang? Bagaimana rasanya? Dia tidak ingin memikirkannya.

"Umm... maaf, kakak yang di sana..." Suara manis tiba-tiba terdengar dari belakang Yuan, membuatnya memutar kepalanya.

"Huh?"

Berdiri tepat di belakangnya, seorang gadis kecil lucu berjubah merah yang tampaknya berusia sekitar 10 tahun, memeluk sebuah bola merah di satu lengan dan sebuah buku di lengan yang lainnya.

'Bagaimana dia bisa mendekat sampai di belakangku tanpa membuat suara sedikitpun? Aku bahkan tidak menyadari kehadirannya! Dan apa yang dilakukan gadis kecil sepertinya disini, di tengah entah berantah? mungkinkah ada kota didekat sini?' Yuan menjadi penasaran.

"Apakah kau ini seorang NPC atau Player?" Dia bertanya padanya, yang memiringkan kepalanya ke samping dengan ekspresi bingung.

"NPC? Player? Xiao Hua adalah Xiao Hua," jawab gadis kecil itu.

"Jadi namamu Xiao Hua, hm. Namaku Yuan."

"Bagaimana Kak Yuan bisa masuk kesini?" Tiba-tiba dia bertanya dengan tatapan penasaran, hampir seperti ini pertama kalinya dia melihat orang lain dalam hidupnya.

"masuk kemari? bukankah kita berada diluar?"

Dia menggelengkan kepala dan berkata, "Saat ini kita berdua sedang berada di dalam taman keluargaku."

"Huh? Taman?" Yuan terlihat terperanjat dengan jawabannya. "Hutan ini adalah taman keluargamu...?"

Dia mengangguk.

Jika tempat ini yang terlihat seperti hutan adalah taman keluarganya, seberapa besar rumah itu sendiri? Dia tidak bisa membayangkannya. Meskipun terdengar tidak masuk akal, itu juga menjelaskan mengapa seorang gadis kecil sepertinya bisa muncul di sini.

"Maaf telah mengganggumu, tetapi aku dipindahkan kemari oleh seorang kakek tua tanpa seizinku..." Dia mencoba menjelaskannya tanpa terdengar terlalu gila. "Aku akan segera pergi, jadi bisakah kau memberitahuku dimana jalan keluarnya?"

Tapi di luar dugaannya, gadis kecil itu malah menggelengkan kepalanya. "Kak Yuan, karena kau sudah ada disini, bagaimana kalau bermain dengan Xiao Hua saja?"

"Kau ingin aku bermain denganmu?" Dia tidak menduga permintaan seperti itu darinya.

"Xiao Hua selalu sendirian dan rasanya sangat membosankan jika bermain sendirian."

"Bagaimana dengan keluargamu?"

"Mereka selalu sibuk dan tidak bisa bermain dengan Xiao Hua."

"jadi begitu..." Yuan merasa kasihan padanya. Dia sendiri akan menjadi orang yang terasingkan jika bukan karena adik perempuannya, jadi dia sangat paham bagaimana rasanya kesepian.

"Baiklah, kakak ini akan bermain denganmu!" Dia menepuk dadanya dengan percaya diri. Karena penyakitnya yang membuatnya tidak bisa sedikit pun, dia tidak punya waktu luang untuk bermain dengan adik perempuannya saat kecil, jadi dia melihat ini sebagai kesempatan untuk merasakan bagaimana rasanya jika dia tidak dilahirkan dengan penyakit itu.

"Sungguh? Kakak akan bermain dengan Xiao Hua?" Matanya berkilau seperti bintang-bintang kecil di langit, dan ekspresinya yang cerah bahkan cukup untuk menghangatkan hati seorang pembunuh paling kejam di luar sana.

"Un. Apa yang ingin kau mainkan?"

"kalau begitu Xiao Hua akan melemparkan bola kearahmu, dan kau akan melemparkannya kembali, okey?" Dia meletakkan buku itu dan menunjukkan bola kepadanya.

"Biar aku ambil jarak dlu... Oke, aku siap."

Dan tanpa basa-basi lagi, keduanya mulai bermain lempar bola, dan tidak lama kemudian, tawa riang seorang gadis kecil yang gembira terdengar di tengah hutan.

Sementara Yuan menghabiskan waktunya untuk menghibur seorang gadis kecil misterius, pemain lainnya entah sedang memperkuat diri atau mencoba mendapatkan lebih banyak informasi tentang dunia ini. Semua orang berlomba-lomba untuk melampaui teman dan rival mereka dalam game baru yang baru saja dirilis, terutama mereka yang ingin menjadi profesional dan diharuskan unggul dari semua orang.

waktu berlalu dengan cepat, disaat semua orang sibuk dengan cara mereka sendiri, Yuan terus bermain dengan gadis kecil itu.

'gadis ini punya stamina yang sangat mengerikan! Kami telah melemparkan bola ini bolak-balik selama beberapa jam, namun tidak ada satu tetes keringatpun di wajahnya! Bahkan tubuh kecilnya tidak menunjukkan tanda kelelahan!' Yuan tersenyum pahit, seluruh tubuhnya basah kuyup oleh keringat. Bagaimana bisa dia, seorang pemuda, menjadi lelah sebelum seorang gadis kecil yang setengah usianya saat bermain lempar bola? Meskipun dia tidak pernah bergerak bahkan sedikit pun selama bertahun-tahun di dunia nyata, ini adalah realitas maya; dia bahkan tidak seharusnya berkeringat, apalagi merasa lelah!

"ada apa, Kak Yuan? Kakak tidak terlihat begitu sehat... Apakah Kakak sakit?" Kata-kata Xiao Hua memberikan dampak yang signifikan pada harga dirinya.

"Tidak... Aku... hanya sedikit... lelah..." katanya dengan suara yang lelah.

Mendengar kata-katanya, dia tidak lagi melemparkan bola kepadanya. "kalau begitu apakah Kakak mau istirahat sebelum kita melanjutkannya lagi?"

"Kau... kau masih mau bermain?"

"Un!" dia mengangguk dengan keras, hampir membuatnya menangis.

"baiklah... tapi biarkan aku istirahat sebentar..."

Dia duduk di samping pohon terdekat, dan Xiao Hua mengikutinya, duduk di sampingnya.

"Dari mana Kakak Yuan berasal?" tanya Xiao Hua.

"Aku berasal dari tempat yang jauh bernama Bumi."

"Bumi?"

Melihat matanya yang berkilauan, Yuan tersenyum. "Apakah kau ingin mendengar cerita tentang kampung halamanku? Meskipun tidak banyak, aku masih memiliki kenangan tentang tempat-tempat yang pernah kujelajahi saat masih kecil."

"mau! Aku ingin mendengar cerita tentang Bumi itu!"

"Baiklah, lalu..."

Yuan mulai bercerita kepada Xiao Hua tentang hal-hal yang pernah dilakukannya saat masih kecil, dan dia dengan cepat terlibat didalam ceritanya.

Setelah satu jam tanpa henti menceritakan kisah, ketika dia kehabisan napas dan cerita untuk diceritakan kepadanya, Xiao Hua membuka buku yang dipegangnya dan berkata, "Karena Kak Yuan sudah mau bermain dengan Xiao Hua dan bahkan menceritakan kisah kepadaku, Xiao Hua juga akan menceritakan kisah untuk kak yuan," katanya.

"Ini adalah bentuk rasa terima kasih dari Xiao Hua"

Yuan tidak menolak dan dengan rendah hati menerimanya.

Namun, ketika gadis itu mulai membaca buku di tangannya, yuan terkejut mengetahui bahwa dia tidak bisa memahami satu kata pun yang keluar dari mulutnya. Itu terdengar lebih seperti nyanyian ketimbang sebuah cerita!

Tapi yuan tidak ingin bersikap tidak sopan padanya, jadi dia terus mendengarkannya. beberapa saat kemudian, tanpa disadari, dia menutup matanya. Setelah menutup mata, dia mulai merasa lebih tenang dan nyaman, hampir seperti dia sedang dihipnotis.

Nyanyian aneh dari Xiao Hua menjadi lebih jelas - dia mulai memahami kata-katanin, dan informasi yang tidak pernah dia ketahui disuntikkan ke dalam kepalanya. Ini berlanjut selama satu jam penuh sebelum suara tajam tiba-tiba membangunkan Yuan dari keadaan diamnya.

«Kau telah mempelajari Seni Rahasia Surga»

"Seni Rahasia Surga...?"

Xiao Hua tersenyum lembut saat mendengar gumaman Yuan.

Dan tiba-tiba, muncul pemberitahuan sistem di langit yang disaksikan oleh semua pemain.

«Player Yuan telah menjadi pemain pertama di dunia yang telah mempelajari Skill Tingkat Ilahi! Selamat!»

Pengumuman itu mengejutkan semua yang menyaksikannya, terutama para pemain papan atas.

Waktu rilis Game itu bahkan belum mencapai satu hari penuh, namun seseorang telah berhasil memperoleh Skill Tingkat Ilahi? Siapakah player 'Yuan' ini, dan apa yang dia telah lakukan sampai bisa mendapatkan skill itu? 



Komentar

Options

not work with dark mode
Reset