Novel a Regressor's Tale of Cultivation Ch. 02 Bahasa Indonesia

Dukung Penerjemah Demi Keberlanjutan Novel Favoritmu Disini :)

"Wakil Manajer Seo, ini...?"

"apa itu...?"

Suara pelan Direktur Kim dan Wakil Manajer Kang bergema di udara.

Tapi mataku lebih terfokus pada liur rubah yang jatuh di depan mataku ketimbang fokus pada mereka.

[ada seorang manusia bijak di antara kawanan kalian, aku tidak akan menyakiti kalian begitu saja. Namun, jika kalian ingin tinggal di wilayahku, harus ada harga yang dibayar. Salah satu dari kalian harus menawarkan lengannya untuk mengklaim kediaman kalian. Siapa yang akan mengorbankan lengannya?]

Baiklah.

Karena sudah begini.

"Aku... akan menawarkannya."

Dengan gemetar, aku mengulurkan lengan kiriku.

Di kehidupan sebelumnya, ketika aku tak tahu apa-apa, semua orang berteriak saat melihat rubah itu.

Dan, semuanya berakhir dengan sekarat karna lengan dan kaki mereka tercabik-cabik, dimakan rubah yang sedang dipenuhi oleh amarahnya.

Selamat dari itu saja sudah merupakan sebuah keajaiban.

Tapi sekarang, aku mengerti etika di hutan ini dan sudah mendapatkan pengakuan dari rubah itu.

Semuanya tidak perlu mengorbankan salah satu anggota tubuhnya.

Hanya satu orang.

Hanya salah satu anggota tubuh dari satu orang saja yang perlu ditawarkan.

Itu pun akan sembuh oleh para kultivator yang akan datang dalam dua hari kemudian.

[Sungguh manusia yang bijak. Aku mengakui pengorbananmu, aku akan mencicipinya dengan cara yang sedikit mungkin menimbulkan rasa sakit.]

Rubah itu membuka mulut lebarnya dan mengigit lengan kiriku.

"!!! Ahhhhhhh! Aaargh! Aaaargh!"

Dagingku terkoyak oleh gigi besarnya.

Tulangku hancur, pembuluh darahku pecah.

Kretak, kretak!!

Krraghh

Setelah mengunyah lengan kiriku, rubah itu mengoyaknya dari tubuhku dengan ganas.

"Ah... Argh... Ahh..."

Aku menggeliat kesakitan, hampir menjadi tidak waras, sambil meraih segenggam herbal pereda nyeri yang sudah kusiapkan sebelumnya.

Aku memasukkannya ke mulutku, akarnya pun juga aku telan.

Tanah dan pasir yang ada di akar itu terjebak di sela-sela gigiku, tapi itu hanyalah masalah kecil saat ini.

Nyerinya tak tertahankan!

Setelah mengonsumsi herbal tersebut, rasa sakitnya mulai mereda seiring efeknya mulai terasa.

krek, krek,,... nyammm.

Kemudian, rubah yang menelan seluruh lengan kiriku menjilat bibirnya dengan lidahnya.

[Aku pikir rasanya akan berbeda karena aromanya yang unik. Ternyata, tidak jauh berbeda dari manusia biasa. Ada banyak zat tak murni dalam pembuluh darahnya, membuatnya terasa kasar dan meninggalkan rasa pahit.]

"...Aku menawarkan persembahan yang tak seberapa ini."

[Aku menerima penghormatanmu dan memperbolehkan kalian tinggal di wilayahku selama tujuh malam. Kekuatan ilahiku telah menyatu padamu, jadi luka ini tidak akan membunuhmu.]

Setelah berkata begitu, rubah itu melompat menjauh dan hilang begitu saja ke dalam hutan.

"Hu, huuh... Hah, hah..."

Aku mengunyah herbal hemostatik, mengoleskan ekstraknya di tempat lengan ku tercabik, dan perdarahanku berangsur-angsur berhenti, rasa sakitnya perlahan mereda.

"Gr... Ugh..."

"Wakil Manajer Seo!"

"Wakil Manajer Seo Eun-hyun!"

Direktur Kim dan Wakil Manajer Kang bergegas membantuku.

"Apa-apaan semua ini? Apa yang sebenarnya terjadi barusan?"

"...Pertama-tama, ayo kita masuk ke dalam dulu. Aku akan menjelaskannya."

Ditopang oleh kedua orang itu, aku kembali kedalam gua.

Aku mencampur antara kebenaran dan kebohongan untuk menceritakan apa yang terjadi.

"Pagi ini, aku bertemu rubah itu ketika sedang keluar lebih awal. Rubah itu memberitahuku..."

'Lagipula mereka akan mengetahuinya dalam beberapa hari lagi.'

Aku berpura-pura kalau pengetahuan yang kuketahui adalah hasil dari apa yang diajarkan oleh rubah itu kepadaku.

"Ini bukanlah dunia tempat kita biasa tinggal, melainkan dunia yang benar-benar berbeda, dihuni oleh para immortal, kultivator, dan seniman bela diri."

"...Dunia bela diri, ya. Sungguh mendebarkan."

"Hehe, tidak pernah terpikirkan kalau aku akan mengalami sesuatu seperti ini."

Direktur Kim dan Ketua Oh bercanda tentang dunia bela diri ini, mencoba meringankan suasana meski masih tidak mempercayainya.

"Haha, Wakil Manajer Seo. Jika ini tentang dunia bela diri, aku ini ahlinya. Jadi, lihatlah..."

Suara Direktur Kim gemetar, mengungkapkan usahanya untuk menyembunyikan emosinya.

"Jangan sampai mati. Kalau kau mati..."

Ini bukanlah kegembiraan tentang dunia bela diri, melainkan usaha untuk mengalihkan perhatianku dari rasa sakitku.

Direktur Kim dan Kepala Oh mencoba meringankan suasana karena mereka yang tertua di sini.

"...Tidak apa-apa. Aku tidak akan mati. Rubah itu sudah bilang begitu, dengan kekuatan ilahinya, aku tidak akan mati hanya karena luka ini."

Di kehidupan sebelumnya, ketika kami tidak melakukan ritual, lengan semua orang ikut tercabik-cabik.

Meski rasa sakitnya membuat kami menginginkan kematian, tapi tak seorang pun dari kami benar-benar mati.

Tidak, kami tidak bisa mati.

"Tapi bagaimana dengan para immortal dan kultivator itu?"

Saat Kepala Oh bingung dengan pembicaraanku tentang para immortal dan kultivator, Kepala Bagian Jeon melangkah maju.

"Ada novel yang disebut 'Xianxia', bukan hanya fiksi seni bela diri biasa."

Jeon Myeong-hoon menjelaskan konsep Xianxia kepada Direktur Kim dan Kepala Oh.

"Aku mengerti..."

"Kepala Bagian Jeon, ternyata kau tau banyak hal menarik."

"Aku sudah lama tertarik dan mencari tahu hal semacam ini."

'Aku rasa dia menghabiskan waktu kerjanya hanya untuk membaca novel Xianxia...!!'

Itu sebabnya dia melimpahkan pekerjaannya kepadaku.

Emosiku hampir meledak tapi aku segera melupakannya dan lanjut berbicara.

"Bagaimanapun juga, pemilik hutan ini meminta upeti untuk memperbolehkan kita tinggal untuk sementara waktu di sini, jadi aku menawarkan lenganku barusan. Ini akan membuat kita tetap aman di hutan ini selama seminggu penuh."

"Seminggu? Lalu apa yang terjadi setelah seminggu?"

"...Kita harus memberikan persembahan lagi."

Pandangan semua orang beralih ke pundakku.

Wajah mereka pucat bak mayat.

"Ngomong-ngomong, bisakah kau memberiku beberapa herbal pereda nyeri? Sakitnya sangat luar biasa."

"Ah, tentu. Yang ini?"

"Makasih."

Aku mengunyah akar herbal pereda nyeri lain yang sudah kudapat sebelumnya.

"Aku akan tidur sebentar. Aku harap kalian mengerti..."

Mungkin karena terkejut, aku dengan sendirinya langsung tertidur begitu ketegangannya mulai berkurang.

Setelah menahan rasa sakit dengan herbal itu, aku jatuh kedalam tidur yang nyenyak.

Orang bilang, pendengaran adalah indra terakhir yang mati.

Mungkin itulah mengapa, saat aku sadar kembali, aku masih bisa mendengar suara orang lain.

"Apa? Upeti! Itu tidak masuk akal..."

"Setelah seminggu, kita harus menawarkan upeti lain seperti itu?"

"Kita sebaiknya memikirkan cara untuk meninggalkan tempat ini dalam seminggu."

"Bagaimana kita bisa membiarkan Wakil Manajer Seo menderita seperti ini..."

"Wakil Manajer Seo adalah yang pertama kali bertemu dengan... makhluk itu dan dia hampir dimakan."

"Lebih tepatnya, dia yang pertama kali berkorban."

Di dalam keadaan setengah tertidur, aku terus mendengarkan percakapan mereka yang sedang berlangsung.

"Tapi bagaimana jika kita tidak bisa meninggalkan hutan ini meski setelah seminggu berlalu?" tanya Jeon Myeong-hoon dengan suara dingin.

Tidak ada yang menjawab.

"dan siapa yang akan mengorbankan lengannya nanti?"

Keheningan mulai memenuhi bagian dalam gua.

'Dalam tiga hari ... para kultivator itu akan muncul dan menculik mereka, jadi semua ini tak akan jadi masalah.'

Tidak perlu menyebutkan tentang regresi yang aku alami.

Kemudian,

Suara yang agak mengganggu terdengar di telingaku,

"Apakah Wakil Manajer Seo sudah tidur pulas?"

"Iya ... Dia benar-benar tertidur pulas."

"Wakil Manajer Seo, jika kau masih bangun, ada sesuatu yang harus aku katakan. Jadi tolong bangunlah."

Aku tetap menutup mata dan berpura-pura tidur.

Jeon Myeong-hoon memeriksa apakah aku benar-benar tertidur dan kemudian berdiri menghampiri yang lain.

"Ayo ke pintu masuk sebentar."

"Eh? Bisa kita bicara di sini saja?"

"Tidak, keluarlah."

Akhirnya, Jeon Myeong-hoon membawa yang lainnya ke pintu gua.

Sejenak kemudian, aku mendengar bisikan dari pintu masuk.

Secara bersamaan, ada suara-suara yang mengkritik Jeon Myeong-hoon.

"Kepala Bagian Jeon! Bagaimana bisa kau memikirkan sesuatu seperti itu?"

"Wakil Manajer Seo mengorbankan lengannya seperti itu ..."

"Um. Kepala Bagian Jeon. Aku benar-benar tidak bisa menyetujuinya."

"Um ..."

Di luar gua, Jeon Myeong-hoon meninggikan suaranya.

"Kalau begitu, siapa yang akan menawarkan lengan atau kaki ke rubah monster itu setelah seminggu berlalu?"

"Meski begitu ..."

"Kepala Oh, menurutmu bagaimana? Aku rasa ini adalah hal yang wajar."

"... Aku tidak tahu, dan Wakil Manajer Seo merupakan orang yang cukup bisa diandalkan. Dia tau banyak hal tentang herbal dan makanan ..."

"Kalau begitu, kita harus belajar sebanyak mungkin dari Seo Eun-hyun selama seminggu ..."

Meskipun aku tidak bisa mendengar dengan jelas dari dalam gua,

Aku masih bisa menebak dengan kasar.

'Jadi mereka berpikir, karena aku sudah menjadi cacat, mereka jadi ingin memotong-motong anggota tubuhku dan menawarkannya kepada rubah itu setiap minggunya.'

Meski itu tidak akan terjadi, tetapi rasanya masih sangat menjijikkan.

Sangat, sangat menjijikan.

'Haruskah aku membunuhnya?'

Meski hanya dengan satu lengan, 'kekerasan' yang telah aku pelajari selama 50 tahun dalam kehidupan yang sebelumnya, itu sudah cukup signifikan.

Aku bisa dengan mudah membunuh seseorang seperti Jeon Myeong-hoon, yang belum sepenuhnya terlepas dari peradaban modern.

'... Tidak. Bukan itu.'

'Para kultivator yang akan menemukan kami dalam dua hari tidak datang untuk kami semua.'

Mereka datang karena mereka menemukan 'orang yang berbakat.'

'Kepala Oh Hyun-seok, Wakil Manajer Kang Min-hee, dan Kepala Bagian Jeon Myeong-hoon. Para kultivator itu terkejut dengan kualitas dari ketiga orang ini.'

Jika salah satu dari mereka mulai menghilang, aku tidak yakin mereka akan datang kemari.

'Haruskah kuhajar dia sampai setengah mati? atau kubuat dia sampai cacat?'

Bagaimanapun juga, para kultivator itu datang menghampiri kami di masa lalu meski anggota tubuh kami sudah tercabik-cabik. Jadi kemungkinan besar mereka akan tetap datang meski anggota tubuh orang ini patah.

Namun, aku segera menghentikan pemikiran seperti itu sambil menggelengkan kepala.

'... Kepala mereka pasti masih dipenuhi oleh rasa takut, Mereka semua pada dasarnya adalah orang baik. Hanya saja situasinya memang terlalu mendadak dan sangat tidak masuk akal, dan jika aku ingin mengandalkan Direktur Kim di masa depan, aku tidak boleh menunjukan sikap yang kejam dihadapannya saat ini...'

Lebih baik jika aku terlihat sebagai subjek yang perlu dilindungi atau dikasihani.

Selain itu, jika Direktur Kim ikut dalam rencana jahatnya, maka dia pasti akan lebih memperhatikanku di masa depan karena rasa bersalahnya.

'Ini cukup bagus. Semuanya akan teratasi dengan sendirinya pada hari ketiga.'

Dalam diam, aku terus berpura-pura tidur di lantai.

Setelah beberapa saat, orang-orang dengan ekspresi muram, seolah-olah mereka telah mencapai kesepakatan kotor, masuk kedalam gua.

"Hei, Wakil Manajer Seo. Apa kau baik-baik saja? bangunlah sebentar."

Jeon Myeong-hoon sengaja membangunkanku.

"Haha, Wakil Manajer Seo. Maaf soal sebelumnya. Aku tidak tahu kalau kau adalah orang yang berani mengorbankan diri."

‘'...'’

"mulai sekarang, aku akan mengandalkanmu."

Jeon Myeong-hoon menatapku dengan senyuman yang belum pernah kulihat sebelumnya sambil menepuk punggungku.

Aku melihat orang-orang di sekitarku. Ekspresi mereka semua terlihat sangat suram.

'Bajingan ini, sepertinya dia sudah meyakinkan yang lainnya untuk ikut serta dalam rencana busuknya.'

Untuk sesaat, muncul kekesalan didalam diriku, dan bahkan sampai sempat berpikir untuk mencekik dan membunuh orang yang sedang berdiri dihadapanku ini.

'Tahan. Phew, aku harus menahannya.'

‘'... Ya. Kita semua perlu bertahan hidup bersama dalam situasi sulit seperti ini.'’

‘'Haha, benar. Jadi, tentang buah yang kau petik kemarin. Apakah kau tahu di mana kami bisa menemukannya?'’

"..."

Ternyata begitu, dia membangunkanku hanya untuk hal ini.

"... Aku bisa mengajarmu. Sebenarnya, aku memang berencana untuk mengajari kalian, khususnya Kepala Bagian Jeon."

"Ha, sungguh? Makasih! Makasih!"

"Tidak perlu khawatir soal bertahan hidup di tengah hutan. Aku akan mengajari kalian segalanya."

Aku memberinya senyum kemenangan.

Ya, aku akan mengajarkan kalian semua tentang pengetahuan ini.

Lagipula, ini adalah pengetahuan yang tidak akan kalian butuhkan lagi selama sisa kalian setelah kalian bergabung dengan sekte kultivasi

"Jeon Myeong-hoon. Berapa kali harus keberitahu kalau bukan itu buahnya? sepertinya kau tidak memerhatikan ucapanku, ya?!"

"Tidak, tapi pasti..."

"Buah dengan bagian atas terbelah adalah buah yang berbeda. Memakan buah ini malah hanya akan membunuhmu, masih belum paham?"

"..."

Sambil mengajari Jeon Myeong-hoon tentang herbal dan buah yang bisa dimakan, aku tidak lagi memanggilnya 'kepala bagian.'

Dia belajar tentang herbal sambil tersenyum, meskipun aku sedang memarahinya.

'Hmmm, aku penasaran seberapa putus asanya dia ketika menyadari kalau ini adalah herbal tingkat rendah yang tidak berguna untuknya.'

"Tidak, Jeon Myeong-hoon. apa kau masih tidak mengerti? aku sudah menjelaskannya beberapa kali. sepertinya ada yang salah dengan fokusmu!!."

"... a-aku mengerti"

Wajah Jeon Myeong-hoon memerah seperti raspberi.

Jeon Myeong-hoon aku siksa dengan cara yang sama seperti yang pernah dia lakukan padaku ketika aku pertama kali bergabung kedalam perusahaan.

Dia pasti bertahan dengan pikiran untuk mengambil pengetahuan sebanyak mungkin dalam seminggu.

Maaf, tapi kita tidak akan saling bertemu lagi dalam dua hari kedepan.

"Lihat kemari. Ini disebut kuping berdaun hijau, dan ini mengeluarkan aroma yang unik saat dikunyah. ini bisa digunakan untuk menggosok gigi atau untuk mengusir serangga."

"kuping berdaun hijau, kuping berdaun hijau..."

"Hmm, tapi aku belum pernah mendengar hal semacam ini di korea..."
Wakil Oh Hyun-seok memiringkan kepalanya, tampak sedikit bingung.

"Ini adalah tanaman yang cukup langka, dan karena ini bukan bibit aslinya, wajar jika tidak terlihat familiar."

Tentu saja, tanaman itu sebenarnya memang tidak ada di Bumi.

Aku menggunakan pengetahuan tentang herbal yang kupelajari di dunia ini.

Tapi Wakil Oh Hyun-seok, yang bukan seorang ahli tanaman, sepertinya percaya begitu saja.

"Ah kau benar juga. Silakan lanjutkan."

"Ini disebut blue baby's hand vein, juga dikenal sebagai rumput pemurni darah. Ah, Jeon Myeong-hoon. Sepertinya kau tidak mengengarkan ucapanku lagi, ya?!"

"Ahh, maafkan aku."

Aku terus memberikan tatapan yang tajam kearah Jeon Myeong-hoon sambil melanjutkan penjelasan terkait obat herbal.

Hari berlalu begitu saja, dan keesokan harinya. Kami harus menghadapi seekor ular merah besar dengan dua kepala yang menatap kami di depan gua.

"Hii, hiik..."

"Huuuh..."

Yang lainnya langsung gemetar ketakutan, memegang benda-benda seperti ranting dari dalam gua, dan aku dengan hati-hati berbicara kepada ular itu.

"...Apa yang membawamu ke sini?"

Ular itu menjawab.

[Penguasa wilayah ini telah mencicipi manusia dengan aroma yang unik.]

Meskipun tidak semengerikan rubah yang sebelumnya, bagiku, ular ini juga cukup menakutkan.

[Tentu saja, karena kalian telah memberikan pengorbanan untuk penguasa wilayah dan menerima izin untuk tinggal selama tujuh hari tujuh malam disini. Maka aku tidak akan mengganggu kalian selama rentang waktu tersebut. Namun...]

Ular itu menjilat bibirnya dengan kedua kepalanya.

[Jika kau mengizinkanku untuk mencicipi sedikit saja darah kalian, maka aku tidak akan mengganggu kalian lagi meski setelah tujuh hari tujuh malam.]

Berbeda dengan rubah yang merobek lenganku, ular ini ternyata cukup pengertian.

Bahkan di kehidupanku yang sebelumnya, ketika rubah itu tidak mengakui keberadaan kami, ular berkepala dua ini hanya datang, menggigit tubuh Ketua Oh, menghisap darahnya, dan pergi begitu saja.

Namun sekarang, ia bahkan sampai meminta izin untuk mengambil sedikit darah milik kami.

'seharusnya ini akan baik-baik saja.'

Tubuh kami, sebagai orang modern, penuh dengan kolesterol dan lemak.

Berkat hal itu, di kehidupanku yang sebelumnya, ular itu langsung pergi setelah mencicipi darah Ketua Oh, mengatakan bahwa rasanya tidak enak.

"Berapa banyak darah yang kamu inginkan?"

[Segenggam. Hanya segenggam darah. Kemudian, aku akan langsung pergi.]

Aku tersenyum dan melihat Jeon Myeong-hoon.

"Tuan Jeon Myeong-hoon. Bisakah kau memberikan sedikit darahmu kepada ular ini?"

"Apa..., apa...?!"

"lagipula aku tidak memintamu untuk mengorbankan sesuatu seperti lengan, cukup segenggam darah saja. Bekasnya juga akan cepat membeku."

"Aku, aku..."

"Ah, Tuan Jeon Myeong-hoon. Bukankah kau masih membutuhkan pengetahuan tentang herbal?"

"...Baiklah."

Dengan wajah memerah, Jeon Myeong-hoon mengiris tangannya dengan pisau batu tajam yang telah dibuatnya.

tes... tes...

Ular itu dengan senang hati menghisap darah milik Jeon Myeong-hoon.

Tak lama kemudian.

[Ada terlalu banyak ketidakmurnian didalam darahnya, bahkan sampai ada racun. Rasanya mengerikan... Rasa terburuk yang pernah kucicipi jika dibandingkan dengan darah manusia lainnya.]

Ular itu menggoyangkan kedua kepalanya dan pergi begitu saja.

Darah seorang pekerja kantor dari abad ke-21, penuh dengan kolesterol dan nikotin, rasanya pasti tidak enak.

[Bagaimanapun juga, karena kalian telah membiarkanku mencicipi darahnya, maka aku akan pergi meninggalkan kalian.]

Setelah ular itu pergi, aku mengoleskan herbal hemostatik pada luka di tangan Jeon Myeong-hoon.

Jeon Myeong-hoon merasa agak kesal, mungkin merasa kotor karena telah dijilat oleh ular.

"Tuan Seo Eun-hyun. Aku tahu kalau aku sering mengganggumu waktu awal bekerja, tapi bukankah ini sedikit berlebihan?"

"Apalagi yang bisa kulakukan? tidak mungkin meminta para wanita atau eksekutif senior seperti Ketua dan Direktur untuk memberikan darahnya."

"Segenggam darah seharusnya juga tidak masalah bagimu..."

"...Aku baru saja kehilangan lenganku kemarin, dan aku sedikit kekurangan darah. Segenggam darah sudah termasuk banyak bagiku."

"Kuhk..."

Jeon Myeong-hoon menggigit bibirnya sambil menarik napas dalam-dalam.

'Heh lucu sekali. Padahal dia juga berencana untuk mengorbankanku ke rubah itu.'

Dia pasti merasa kesal karena aku mengorbankannya kali ini.

lagipula, tak ada apa-apa yang bisa dia lakukan kepadaku.

'Yahhh, aku juga tidak akan melihatnya lagi setelah esok hari...'

Sepertinya aku harus mengambil keuntungan lebih darinya selagi bisa.

Waktu berlalu begitu saja, sudah tiga hari berlalu sejak kami jatuh ke hutan ini.

Whuuusss, swuuusss...

Anginnya terus berhembus dengan kencang sejak pagi hari ini.

Zapp, zapp...

Pada saat yang sama, udaranya terasa bergejolak.

Aku tersenyum sambil membangunkan Jeon Myeong-hoon di pagi hari itu.

"Tuan Jeon Myeong-hoon, ayo kita pergi memetik herbal di pagi hari."

"Ini masih terlalu pagi..."

"Ah, cepatlah."

"...Baiklah."

Aku membawa Jeon Myeong-hoon berkeliling, mencari herbal.

Dan tak lama kemudian.

"Oh, aku menemukannya!"

"Apakah ini herbal yang bagus?"

"Ya, lumyan bagus."

"Tampak seperti ginseng..."

Jeon Myeong-hoon menelan ludahnya sambil melihat tanaman yang mirip ginseng liar tepat di depannya.

Tanaman itu adalah salah satu jenis ginseng yang disebut sebagai Akar Bambu Kuning.

Itu tidak begitu langka.

Namun yang penting adalah ukuran ginsengnya

Mungkin karena menyerap energi spiritual, akar bambu kuning yang biasanya hanya seukuran jari kelingking, sekarang ukurannya jadi setebal lenganku.

"Hahaha, ohhh, ini sungguh luar biasa. Apakah sungguh tak masalah jika kita menggali ginseng liar sebanyak ini?"

"..."

Jeon Myeong-hoon tampak sangat bersemangat, tapi aku menertawakannya dalam hati.

'lagipula, dia tidak akan memiliki kesempatan untuk memakan hal-hal semacam ini di masa depan.'

Bahkan akar bambu kuning yang digali oleh Jeon Myeong-hoon dengan tangannya sendiri itu, dia juga tidak akan bisa memakannya.

Bagi para kultivator, akar bambu kuning hanyalah herbal tingkat rendah yang diperuntukkun bagi para manusia biasa

'Tentu saja, itu masih bisa digunakan oleh para seniman bela diri untuk meningkatkan energi internalnya... Aku harus memberikannya kepada Direktur Kim nanti.'

"Kau bisa mencoba ginsengnya nanti. Masukkan ke sini dulu."

Aku menyerahkan kantong yang kubuat dari hasil merobek pakaianku. Jeon Myeong-hoon dengan hati-hati memasukkan ginseng ke dalam kantong itu.

"Saatnya kita kembali."

Sudah saatnya untuk kembali.

Kami kembali ke gua, kusuruh Jeon Myeong-hoon untuk menyalakan api, dan duduk didekatnya.

Dan disaat aku sedang duduk diam melihat kearah langit.

Kwagwang! Kwakwagwang!

Tiba-tiba, ada kilatan, seperti ada sesuatu yang bertabrakan di langit.

Tampak seperti sebuah tabrakan dari cahaya hitam, emas, dan putih murni.

Dan kemudian, pada saat itu.

"Kuhuk! Kuaak!"

Tiba-tiba, Jeon Myeong-hoon mengeluarkan darah dan ambruk ditempat.

"Aaak, Aaaak!"

Wakil Manajer Kang Min-hee juga menjerit dan langsung pingsan. Jeritannya bergema seperti ratapan hantu.

Selain itu, Ketua Oh Hyun-seok juga ambruk sambil memegang jantungnya.

'Sudah saatnya.'

Tak lama kemudian.

Paaat!

Di atas gua tempat kami berada, tiga bola cahaya mulai turun secara perlahan.

[Wow, luar biasa. tak kusangka aku akan menemukan permata tersembunyi seperti ini disaat sedang berpapasan dengan orang-orang yang menjengkelkan itu.]

[Siapa yang kau maksud. Enyahlah sana, Byuk-ho. mereka semua ini milikku.]

[Sungguh omong kosong yang tidak tau malu. Heo Gwak.]

Dari dalam bola-bola cahaya, seorang pria paruh baya dengan jubah emas, sebuah sosok dengan jubah hitam yang tidak jelas apakah dia laki-laki atau perempuan, dan seorang raksasa dengan baju zirah biru mulai melangkah keluar.

"ka-siapa kalian ini...?"

Direktur Kim bertanya dengan suara takut.

Namun, mereka hanya menatap sekilas pada Direktur Kim lalu mengabaikannya.

[Tanpa akar spiritual.]

[Hanya manusia biasa.]

[Mereka tidak ada kaitannya dengan harta karunku.]

Pandangan mereka menyapu kami satu per satu.

[Apakah tiga orang ini memiliki akar spiritual?]

[Tapi rasanya sungguh luar biasa. Bagaimana bisa para manusia biasa ini berakhir di Jalan Kenaikan...] // Ascension Path

[Hehe, tampaknya rubah itu telah menipu salah satu dari mereka. Dilihat dari cederanya, sepertinya ia menawarkannya secara sukarela. Sungguh tekad yang mengesankan bagi seorang manusia biasa.]

Kuong!

Raksasa dengan baju zirah biru itu mengguncangkan kakinya, dan cahaya hijau lembut terpancar keluar.

Pada saat yang sama, ketika cahaya itu menyentuh tubuhku, sesuatu yang luar biasa terjadi. Lenganku, yang terbungkus cahaya biru langit, langsung tumbuh kembali.

"Te-terima kasih!"

Aku membungkuk penuh hormat kearah raksasa itu, sambil dipenuhi dengan rasa syukur. Sang raksasa itupun tertawa dan berbicara...

[Tidak perlu terlalu formal. Bagi seorang kultivator, memulihkan esensi darah manusia sangatlah mudah. Omong-omong…]

Klik

Raksasa dengan zirah biru itu mengibaskan tangannya ke udara.

Pada saat yang sama, tubuhku didorong ke belakang, dan tubuh Jeon Myeong-hoon, Ketua Oh, dan Wakil Manajer Kang ditarik ke depan.

[Ketiganya memiliki akar spiritual, mari kita lihat siapa yang layak?]

Pria paruh baya berjubah emas itu melangkah maju dan mengulurkan tangannya.

Pedang emas kemudian melayang di atas tangannya.

Wooong!

Pajijik!

Bersamaan dengan itu, petir emas mengaum di langit, dan Jeon Myeong-hoon terjatuh lagi sambil memuntahkan darah.

[Seperti yang diduga… luar biasa! tubuh Heavenly Golden Thunder…!]

[Minggir, giliranku.]

Sosok berjubah hitam, yang gendernya ambigu, mendorong pria berjubah emas ke samping dan mengeluarkan pipa hitam.

Tung―

Saat senar pipa dipetik, Wakil Manajer Kang Min-hee memegangi kepalanya dan berteriak kencang.

“Aaak!”

Jeritannya sekali lagi bergema seperti ratapan hantu.

Sosok berjubah hitam itu menunjukkan sedikit senyuman.

[Ghostly Yin Transforming Immortal Root…! Tidak kusangka itu benar-benar ada! Aaaa…]

[Hehe, aku juga yakin apa yang kurasakan itu tidak bohong.]

Raksasa dengan Armor biru berjalan melewati sosok berjubah hitam dan mendekati Ketua Oh Hyun-seok.

“Apa, ada apa?”

Ketua Oh nampaknya sangat ketakutan, tapi raksasa dengan Armor biru itu secara mengejutkan memeriksa denyut nadinya, memegang pergelangan tangannya dengan tenang.

Dan setelah beberapa saat.

[Unique Holy Body! Jadi tubuh seperti itu benar-benar ada! Mustahil…]

Beberapa saat kemudian, ketiganya, yang tampak terkejut, menenangkan hati mereka lalu bertanya kepada ketiganya.

[Apa Kau ingin mempertimbangkan diri untuk menelusuri jalur kultivasi?]

Pria paruh baya berjubah emas berbicara pada Jeon Myeong-hoon dengan ekspresi yang lembut.

[masing-masing dari kalian memiliki bakat yang luar biasa dan mampu untuk menjungkirbalikkan dunia. Jangan sampai menyia-nyiakan bakat seperti itu.]

Sosok berjubah hitam itu menatap Wakil Manajer Kang Min-hee dengan tatapan yang berkepanjangan.

[Keabadian! Kekuatan untuk menjungkirbalikkan langit dan bumi! Kekayaan dan kehormatan yang luar biasa! Apa kau tidak menginginkan itu semua? Aku jamin, jika Kau mengikuti ku, Kau akan mendapatkan segalanya dalam waktu 100 tahun.]

Raksasa dengan Armor biru itu secara terbuka mendekati Ketua Oh Hyun-seok dan berbicara sambil memijat tubuhnya.

[Aku adalah Grand Master dari Sekte Golden Divine Heavenly Thunder, Jin Byuk-ho. Bagaimana kalau kalian bertiga bergabung dengan sekte milikku?]

[Hmph, serakah sekali! Di Black Ghost Valley kami, tidak ada metode elemen yang kami tidak miliki. Aku adalah Tetua Agung dari Dewan Tetua Black Ghost Valley, White Bone Ghost Devil. Jika kalian semua bergabung dengan lembah kami, kalian dapat mencapai tingkat pertumbuhan yang maksimal.]

[Hmm, aku tidak terlalu membutuhkan mereka berdua. Hanya kau saja, ikutlah denganku, Fisik Unique Holy Body. Aku adalah pemimpin sekte generasi keempat dari Sekte Heaven Creation, Lee Chang-ho. Jika Kau mau, Aku bahkan bersedia mewariskan sekte tersebut padamu. Oh, dua orang lainnya bisa datang jika mereka mau. Meski berbeda tujuan, kalian berdua punya bakat luar biasa, jadi aku akan menganggap kalian sebagai murid utama.]

Meskipun ketiga kultivator tersebut tampaknya memberi mereka pilihan, pada kenyataannya, hal tersebut tidak ada bedanya dengan ancaman yang dipaksakan.

Raksasa dengan Armor biru, yang dikenal sebagai Chang-ho, sebenarnya sedang meremukkan bahu Ketua Oh Hyun-seok.

Sosok ambigu gender berjubah hitam, White Bone Ghost Devil, melakukan sesuatu yang mencurigakan saat melakukan kontak mata dengan Wakil Manajer Kang Min-hee.

Tatapan Wakil Manajer Kang Min-hee berangsur-angsur menjadi pudar.

Dan Jin Byuk-ho sepertinya menekan Jeon Myeong-hoon dengan kekuatan yang tak terlihat, seolah sedang mengancam akan membunuhnya jika dia tidak memilihnya.

Setelah beberapa saat, Jeon Myeong-hoon, Ketua Oh Hyun-seok, dan Wakil Manajer Kang Min-hee dipaksa untuk bergabung dengan tiga sekte Kultivasi mereka.

[Selamat datang di sekteku, haha!]

[Para tetua lembahku akan menjagamu dengan baik.]

[Ayo, muridku, saatnya pergi.]

Disaat Ketiga Kultivator itu akan pergi bersama dengan tiga rekan kami.

Saat itu, Direktur Kim, yang mengamati situasi dengan linglung, tiba-tiba tersadar dan berlari keluar.

“Tunggu, tunggu sebentar! Kumohon! Bisakah kalian membantu kami keluar dari hutan ini? Jika kami tetap di sini, kami semua akan mati!”

[Hmm, apa kau begitu khawatir karena kau hanyalah seorang manusia biasa? apa kau khawatir tentang rubah itu? Jangan khawatir.]

Raksasa dengan Armor biru, Chang-ho, tertawa dan berbicara.

[Kami telah mengalahkan semua iblis dan monster di Jalur Kenaikan dalam perjalanan kami kesini! Sekarang kami akan menangkap rubah itu juga, dan selama 10 tahun ke depan, Jalur Kenaikan akan aman!]

“Ah, tidak… Hey! Kepala Bagian Jeon! Ketua Oh! Wakil Manajer Kang! Katakan sesuatu! Kami bahkan tidak tahu bagaimana caranya keluar dari sini!”

Kenyataannya, Jeon Myeong-hoon sudah ditangkap oleh Jin Byuk-ho kedalam botol emas seperti sebuah Pokémon.

Wakil Manajer Kang Min-hee sudah benar-benar terpesona oleh White Bone Ghost Devil.

Chang-ho hanya menertawakan apapun yang dikatakan oleh Ketua Oh Hyun-seok, merasa seperti sesuatu yang tak menarik.

‘50 tahun yang lalu juga seperti ini.’

Ketiganya menjadi tidak bertanggung jawab dan tidak waras.

Betapapun kerasnya kami berteriak, mereka tidak mempedulikan kami, seolah-olah kami hanyalah serangga yang mengganggu perjalanan mereka.

Alih-alih memanggil ketiga kultivator dengan suara serak, Aku menyentuh lenganku yang telah dipulihkan.

‘Yah, setidaknya mereka memulihkan lenganku.’

Aku menghela nafas dan berterima kasih pada Tuan Chang Ho dalam hati.

Direktur Kim berteriak sampai tenggorokannya serak saat dia melihat ketiga bola cahaya itu menghilang, tapi tidak ada respon.

“Ugh… sial…”

Akhirnya, Direktur Kim jatuh.

“Apa yang harus kita lakukan… di hutan ini…”

Sekarang hanya kami berempat yang tersisa.

Aku, Direktur Kim Young-hoon, Wakil Manajer Oh Hye-seo, dan Manajer Kim Yeon.

‘Besok, Wakil Manajer Oh dan Manajer Kim mungkin akan diculik juga…’

Waktuku bersama dengan Direktur Kim akan segera tiba.

Direktur Kim sejenak berkecil hati namun sangat gembira dan memberi selamat padaku setelah melihat lenganku telah dipulihkan.

“Sungguh melegakan, sungguh…”

“Terlebih lagi, Chang-ho mengatakan dia akan menangkap rubah itu juga. Jika kita hanya bertujuan untuk bertahan hidup, sepertinya kita bisa berhasil.”

“Hoo… begitu…”

“Saat lengan Wakil Manajer Seo dirobek, kupikir aku akan kehilangan akal sehatku… Ah, tapi bahkan sekarang, sungguh sangat mengejutkan melihat tiga rekan kita menghilang seperti itu…”

“Wakil Manajer, sungguh beruntung.”

Kami, yang telah kehilangan rekan-rekan kami, namun hidup kami terjamin dalam situasi aneh ini, duduk di sana, tidak tau harus menangis atau tertawa.

Dan kemudian, beberapa saat kemudian.

Seperti meteor yang melewati langit, cahaya putih bersih melintasi langit.

“Oh sial…”

Bukan hanya itu saja.

Setelah cahaya putih, beberapa lusin cahaya terbang melintasi langit seperti hujan meteor.

Semua menuju ke arah dimana Jin Byuk-ho, White Bone Ghost Devil, dan tuan Chang-ho pergi.

“Apa ini… Apa ada sesuatu di arah sana…”

Direktur Kim melihat ke arah itu dengan kebingungan, dan aku mulai mengumpulkan buah-buahan untuk dimakan hari itu, menyalakan api untuk memanggangnya.

Besok, waktunya berpisah dengan Wakil Manajer Oh dan Manajer Kim.

Ssssss―

Hari esoknya telah tiba.

Hari ini tidak seperti hari biasanya karena sedang turun hujan.

Awan gelap memenuhi langit, dan guntur ikut bergemuruh.

“… Dengan cuaca seperti ini, akan sulit untuk keluar mencari buah-buahan. Apa yang harus kita lakukan?”

Manajer Kim menatap kami dengan ekspresi khawatir.

“…Terutama karena Wakil Manajer Oh sedang tidak dalam kondisi baik.”

Itu benar.

Wakil Manajer Oh Hye-seo sedang berbaring karena demam tinggi, menatap langit dengan ekspresi kosong dan bergumam dengan dirinya sendiri.

“… ayo kita tunggu sebentar lagi.”

Aku berbicara sambil menatap ke langit.

“Siapa tau, mungkin keajaiban seperti kemarin akan terjadi hari ini.”

“… Apa itu benar-benar keajaiban? Oh, tentu saja, lenganmu yang kembali benar-benar… seperti keajaiban, tapi…”

Aku terkekeh dan berkata pada Manajer Kim.

“Siapa tau. Seseorang mungkin akan muncul dan menyembuhkan penyakit Wakil Manajer Oh sepenuhnya.”

Aku melihat ke langit bersama Manajer Kim dan Direktur Kim.

Ini waktu makan siang.

Drungg!

Guntur mengaum.

Uhuk! Uhuk!

Batuk dan demam Wakil Manajer Oh semakin parah. Darah mengalir dari hidungnya.

“Wakil Manajer Seo. Apa ada ramuan yang bisa kita gunakan untuk ini? Apa yang harus kita lakukan…”

“ayo kita coba memberinya ramuan penurun demam untuk saat ini.”

Saat itulah hal itu terjadi.

Buk, Buk…

Seseorang memasuki gua.

Dia adalah pria paruh baya tampan yang mengenakan jubah biru.

Pria paruh baya dengan gaya rambut jambul ini memiliki sepasang tanduk kecil mirip rusa di kepalanya.

[Manusia di Jalur Kenaikan, seperti semut yang terhimpit di antara persaingan naga.]

“S-Siapa kau!”

Direktur Kim, dengan rasa khawatir, turut waspada terhadap sosok baru ini. Pria berjubah biru tersenyum kecut dan memperkenalkan dirinya dengan santai.

[Aku adalah Sea Dragon King, Seo Hweol. Aku datang mengikuti sumber cuaca badai yang muncul secara tiba-tiba dan tak wajar. Wanita yang di sana itu sedang menggunakan mantra badai.]

Pria itu memperkenalkan dirinya sambil menunjuk ke Wakil Manajer Oh.

[Yah, itu sebenarnya bukan sebuah mantra, tapi ya. Dia memiliki kekuatan badai. Ini merupakan beban yang besar bagi tubuh manusianya sampai akhirnya menyebabkan peristiwa besar seperti itu.]

“B-Badai?”

[Ya, badai. Ini sangat tidak biasa. Seorang manusia biasa, bahkan tanpa akar spiritual, memiliki kekuatan yang begitu besar… Dia bahkan tidak melakukannya secara sadar. Benar-benar aneh.]

Aneh memang…

Penasaran, Aku menanyakan pertanyaan yang ada di pikiranku pada Seo Hweol.

“Faktanya, kami telah mengalami peristiwa yang lebih aneh. Kemarin, tiga kultivator yang luar biasa mengambil anggota kelompok kami yang sangat cocok sebagai murid mereka. Dan hari ini, Kau datang untuk melihat Wakil Manajer Oh. Mengapa orang-orang sehebat dirimu malah mendatangi orang biasa seperti kami?”

Terhadap pertanyaanku, Seo Hweol terlihat bingung sejenak, lalu tertawa terbahak-bahak.

[Hahaha, memang begitu. Aku tidak yakin dengan detailnya, tapi ada manusia di antara kelompokmu dengan kualitas yang luar biasa. Para master yang merasa cocok dengan kualitas-kualitas dari tubuh kalian akan datang menjemput kalian. Dan hari ini, aku muncul, secara khusus cocok untuk wanita itu, Apa itu masih terasa aneh?]

Seo Hweol bertanya padaku seolah terhibur dengan pertanyaanku.

[Lihat kemari, makhluk fana. Tahukah kau di mana tempat ini berada?]

“Dari apa yang kudengar, sepertinya itu disebut Jalur Kenaikan…”

[Jalan Kenaikan. Juga dikenal sebagai Path to Ascension, pintu gerbang menuju Alam Atas. Dan dalam beberapa bulan, di dekat Jalur Kenaikan, celah Spasial yang disebut juga sebagai Gerbang Menuju Surga, atau Gerbang Kenaikan akan terbuka.

Ini adalah peristiwa yang terjadi sekali dalam seribu tahun. Selama waktu ini, ruang di sekitarnya menjadi tidak stabil, dan banyak Kultivator dan Iblis berbondong-bondong datang kemari. Semua untuk naik ke Alam Atas. Semua kultivator tingkat tinggi yang ada di dunia ini akan berkumpul.

Jadi, bukan tidak mungkin jika muncul seorang master yang secara khusus datang untukmu. Hal yang sama mungkin terjadi pada wanita itu. Jika bukan aku, kultivator atau iblis tingkat tinggi lainnya pasti akan menemukannya.]

“Jadi begitu…”

Kupikir suatu entitas yang mengirim kami ke dunia ini bermaksud untuk membubarkan kami dengan cepat.

Namun tampaknya, pada kenyataannya, hal tersebut hanyalah masalah kemungkinan saja.

“Um, tapi para Kultivator membawa rekan-rekanku pergi…”

Direktur Kim, melihatku memulai percakapan dengan Seo Hweol, tampak santai dan juga mengajukan pertanyaan.

“Mereka berbicara tentang bergabung dengan sekte mereka dan mewarisi metode mereka, tetapi jika Kau naik ke Alam Atas tersebut… bagaimana mereka akan membuat orang-orang bergabung dengan sekte mereka?”

[Hmm, sebagai manusia biasa, Kau mungkin tidak memahami para kultivator. Di antara kemampuan milik para kultivator, ada satu kemampuan khusus yang mampu mengecilkan benda-benda besar untuk disimpan.]

Mendengar jawaban Seo Hweol, Aku tercengang.

[Mungkin mereka semua telah menyimpan sekte mereka sendiri didalam alat penyimpanan mereka. Ambisi mereka adalah untuk naik ke Alam Atas dengan seluruh anggota sekte mereka ketika Gerbang Kenaikan terbuka. Ah, sebenarnya, aku juga telah menempatkan salah satu kastil suku Sea Dragon ku di tempat penyimpananku. Ada sekitar seribu delapan ratus anggota suku Sea Dragon ku yang tidur di dalamnya.]

Terkejut dengan kata-katanya yang luar biasa, baik Direktur Kim maupun Aku kehilangan kata-kata.

Swoosh…

Kemudian, Seo Hweol mendekati Wakil Manajer Oh dan membelai keningnya.

Kondisinya, yang sebelumnya demam dan terengah-engah, dengan cepat menjadi stabil.

[… Menarik, sangat menarik. Jika dia menjadi anggota suku Sea Dragon ku, dia mungkin menjadi makhluk yang luar biasa…]

Swoosh…

Sambil berbicara, Seo Hweol menjemput Wakil Manajer Oh. Direktur Kim, yang bingung, mencoba menghentikannya tetapi ditolak oleh kekuatan yang tak terlihat.

“Ugh!”

[Wanita ini akan menerima darahku dan menjadi bagian dari sukuku. Itu mungkin akan menjadi hal yang baik bagi kami berdua. Karena banyak kultivator hebat yang akan melewati Jalur Kenaikan, aku hanya mengatakan ini karena khawatir pada kalian…]

Shiiing!

Pupil mata Seo Hweol terbelah secara vertikal.

“Uhuk! Kugh… Argh!”

“Guh… Ugh…”

Baik Direktur Kim maupun aku, yang sebelumnya mengajukan pertanyaan pada Seo Hweol, jatuh karena tekanan yang luar biasa, bahkan sulit bernapas.

[Jangan sembarangan mempertanyakan para kultivator tingkat tinggi. Aku masih berbaik hati dan mau menjawab pertanyaan kalian, tetapi beberapa kultivator dengan temperamen yang buruk akan langsung meledakkan kalian seperti serangga hanya karena kalian menanyai mereka…]

Setelah berbicara, Seo Hweol meninggalkan gua.

Shiing!

Boom!

Dengan sekejap, suara gemuruh menggema, dan tak lama kemudian, kami melihat Naga Biru terbang di langit.

Ssssss―

Hujan masih belum berhenti.

Manajer Kim menatap ke langit dengan tatapan hampa dan bergumam.

“… Semua orang telah dibawa pergi. Sekarang aku bahkan tidak tahu apa apa. Tiba-tiba terjadi tanah longsor, tiba-tiba di dunia lain, para Kultivator, naga menculik rekan-rekanku… Ha, haha…”

Dia menutupi wajahnya, sepertinya akan menangis.

Direktur Kim Young-hoon juga menghela nafas dalam-dalam dengan ekspresi muram.

“Aku tidak tahu harus berbuat apa. Kita harus mencoba mencari tempat dimana ada orang-orang, tapi aku bahkan tidak tahu ke mana harus pergi. Para Kultivator dan naga ini hanya mengatakan hal-hal yang tidak bisa dimengerti dan… uh sial.”

“…”

Aku menepuk kedua bahu mereka dengan tenang.

Lalu, tiba-tiba, Manajer Kim Yeon meraih lenganku.

“Wakil Manajer Seo, kau juga tidak akan menghilang secara tiba-tiba, kan?”

“…”

“Jangan, kau juga tidak boleh sampai diculik, Wakil Manajer. Kalau kau dibawa pergi juga, aku tidak yakin bisa bertahan hidup di hutan ini…”

Aku tersenyum pahit.

Malam ini.

Untuk yang terakhir kalinya, Manajer Kim Yeon akan diculik oleh makhluk yang aneh.


Komentar

Options

not work with dark mode
Reset