Novel Invincible Mumu Ch. 04 Bahasa Indonesia

Dukung Penerjemah Demi Keberlanjutan Novel Favoritmu Disini :)

Invincible Mumu 4: The Exile Ends (1) 

‘Hmph!’

Yu Yeop-kyung merasa mual melihat para bandit yang mati tertimpa pohon.

Jika mereka tidak terbunuh, situasi di mana para bandit panik dan melakukan apapun yang mereka inginkan ini tidak akan terjadi.

Siapa yang tak bisa merasakan apa-apa, sang ayah atau Mumu? 

dia tak merasakan apa-apa saat melihat mayat-mayat itu.

‘Apakah dia baik-baik saja?’

Meskipun mereka hanyalah para bandit, tapi jumlah yang terbunuh cukup banyak.

Sedangkan ia, yang jauh lebih tua, langsung gemetar dan merasa sakit hanya karena membunuh satu orang.

‘Hm…’

Namun, kondisi Mumu ternyata jauh lebih baik dari yang dia duga.

Sambil melihat mayat-mayat itu, dia dengan tenang mengumpulkan mereka semua di satu tempat.

Yu Yeop-kyung bertanya dengan cemberut.

“Nak. Jika kau merasa tidak nyaman, kau boleh muntah disini, tidak perlu ditahan.” 

“Tapi aku baik-baik saja.”

“Apakah kau sungguh baik-baik saja?” 

“Baunya memang menjijikkan, dan darahnya terlihat lengket, tapi mungkin karena aku terbiasa memburu banyak hewan liar, aku jadi tidak muntah seperti ayah. aku baik-baik saja.” 

‘… sejak kapan dia melihatku?’

Dia kembali muntah dihadapan mumu.

Yu Yeop-kyung mengerutkan kening.

Dia mengatakan bahwa semua ini seperti menyembelih hewan liar, tetapi apakah hewan dan manusia itu bisa disamakan?

‘Apakah karena dia dibesarkan secara berbeda dari anak-anak normal?’ 

Dia tahu bahwa putranya suka berbicara dengan para pedagang, tetapi itu hanyalah interaksi kecil.

Mumu tidak pernah memiliki interaksi yang signifikan dengan siapa pun selain ayahnya, dia juga tidak pernah memiliki teman.

Tetap saja, dialah yang mengajari Mumu segalanya.

Dia telah memberikan pengetahuan dan kepribadian yang harus dimiliki seseorang, tetapi persepsinya tentang hidup dan mati tampak lebih membosankan ketimbang anak-anak lain seusianya.

‘Apakah aku harus khawatir tentang hal ini? Atau… hm.’ Dia tidak yakin.

Ini adalah masalah yang berkaitan dengan tumbuh sehat dan menghindari hal yang tak diinginkan.

Mumu, yang dia besarkan dan awasi untuk waktu yang lama, memiliki hati yang lembut dan bukan tipe anak yang bisa membuat hatinya terguncang.

Itu benar.

Pada saat itu, Mumu mengarahkan ibu jarinya ke tempat mayat-mayat itu ditumpuk dan berkata.

“Aku telah mengumpulkan semuanya.” 

“Kau melakukannya dengan baik” Melihat mayat-mayat itu, pikir Yu Yeop-kyung.

Pertama, mereka membunuh untuk melindungi diri mereka sendiri, tetapi kemudian apa yang dikatakan pemimpin bandit itu mulai terngiang kembali

[K-Kau tidak takut dengan konsekuensinya? Jika aku, pemimpin kelompok bandit, mati, orang-orang dari tempatku akan datang ke sini. Apakah kau bersedia menangani semua orang itu] 

Sejujurnya, dia takut akan hal itu.

Namun, Yu Yeop-kyung dengan berani membunuh pria itu karena marah melihat mereka mengincar putranya, tetapi hasilnya akan tetap sama, entah dia mati atau tidak.

Rekan-rekannya akan datang membalaskan dendamnya.

Jika dia tidak membunuh pria itu, mereka akan tiba lebih cepat.

‘Ini merepotkan.’

Tapi masalah utamanya bukanlah hal tersebut.

Jika mereka hanya orang biasa, mereka bisa segera melarikan diri setelah membunuh para bandit itu.

Tapi, Yu Yeop-kyung sedang berada di pengasingan.

Dan itu juga tertulis di plang di luar.

[Jangan pergi lebih dari jarak sepuluh li dari tempat pengasingan ini.] 

“Ini membuatku gila.”

Dia bahkan tidak bisa pergi jauh karena peringatan itu.

10 li memang bukan jarak yang pendek, tapi itu bukan jarak yang bisa membuat mereka terlepas dari kejaran para bandit.

“Ayah. Tidak bisakah kita keluar dari jarak sepuluh li?” Mumu juga menyadari situasinya.

Mendengar itu, Yu Yeop-kyung menggigit bibirnya dan berkata.

“Nak.”

“Ya.”

“Kau boleh pergi dari sini.”

“…”

Mendengar kata-kata Yu Yeop-kyung, ekspresi Mumu menjadi marah.

Dia tidak terlalu berpikir serius ketika dia mengejek ayahnya untuk meninggalkannya.

Tapi ketika ayahnya mengatakan itu secara langsung. 

Hatinya terasa sakit.

“Aku tidak bisa meninggalkan ayah di sini.” 

“Ayah macam apa yang akan meminta putranya untuk tinggal dan mati bersamanya?” 

“Tidak bisakah kita berlari melewati batas sepuluh li?” 

“Tidak.”

“Tidak ada yang mengunjungi kita dalam lima tahun terakhir. Bukankah mereka semua sudah melupakan keberadaan ayah?” 

Seperti yang dikatakan Mumu, para pejabat yang datang untuk pengawasan berhenti datang lima tahun lalu.

Itu bisa benar.

Mereka berhenti atau tidak peduli.

Tapi Yu Yeop-kyung menggelengkan kepalanya.

“Nak. Meskipun ayah hidup di pengasingan, ayah tidak pernah melanggar moral atau melakukan sesuatu yang memalukan.” 

“Tapi ayah…”

“Ayahmu akan bersalah jika keluar dari pengasingan. Dan jika mereka mengetahuinya, vonis akan dijatuhkan kepada ku dan seluruh keluargaku.” Yu Yeop-kyung khawatir tentang itu.

Karena tidak ada pengampunan secara formal, dia tidak ingin putranya disakiti.

Memutuskan pikirannya, katanya.

“Nak. Ayahmu akan baik-baik saja. Pergilah dari sini…” 

“Ayah.”

“Apa?”

“Bagaimana kalau kita menyembunyikan mayat para bandit itu untuk sementara waktu? Dan ketika Tuan Oh datang untuk membeli kayu, minta dia untuk berbicara dengan kantor terdekat dan meminta bantuan untuk mengurus para bandit karena kita sedang berada di pengasingan?” 

“Eh…?”

“Sementara itu, kita bisa bersembunyi.” 

‘Anak ini!’

Wajah Yu Yeop-kyung menjadi cerah mendengar kata-kata Mumu.

Dia siap untuk menyelamatkan putranya dengan balasan kematiannya, tetapi kemudian putranya membuat rencana yang begitu cerdas!

“Nak, rencanamu itu cukup bagus.” 

Apakah dia membuat rencana yang diinginkan ayahnya?

Dia tahu bahwa berkata jujur ​​dengan ayahnya adalah jalan keluar yang tepat.

Mumu tidak hanya mengungkapkan rencananya. 

Dia langsung pergi untuk menyembunyikan mayat yang menumpuk.

Meski ada lima mayat, Mumu mengangkatnya dengan mudah seolah mereka tidak berat.

“Ayah, tolong bersihkan noda darah di sekitar sini.” 

“Apakah kau ingin mencoba menyembunyikannya sendirian?” 

“Bukankah akan memakan waktu lama jika aku menunggu ayah? bukankah kaki ayah sedang terluka?” 

“… hm. kau benar.”

“Tuan Oh dari atas juga akan turun kemari, jadi tunggulah di sini, ayah.” 

Dia khawatir, tetapi apa yang dikatakan putranya itu benar.

Pada akhirnya, Yu Yeop-kyung mengangguk memberi jawaban.

“Ayah mengerti.”

“Aku akan bersembunyi di sana dan segera kembali.” 

Dengan kata-kata itu, Mumu menuju gunung dengan langkah ringan, membawa semua mayat di punggungnya.

Melihatnya, Yu Yeop-kyung bergumam.

“Nak. Jika kau bertemu dengan bandit di sana, langsung lari dan kembali ke sini. ” 

“Oke!”

Tak! Tak!

Kemudian, Mumu membawa mayat-mayat itu.

Yu Yeop-kyung menggigit bibirnya menatap punggung Mumu.

Dia telah melihat Mumu berlari dengan kayu bakar atau ranting pohon di punggungnya. Tapi tetap saja, dia masih belum terbiasa melihat kecepatan lari anak itu.

Rasanya sungguh aneh melihatnya bisa berlari sejauh itu dengan beban yang sangat berat.

Sekitar 2 li dari rumah jerami.

Mumu, yang membawa beban, meletakkannya.

Dia meraih satu demi satu mayat dan kemudian menempatkan mereka di atas satu sama lain.

Gedebuk!

Di bagian atas adalah bandit berbulu dengan hidung patah dan wajah berdarah.

Mumu menundukkan kepalanya ke tubuh yang jatuh dan, Menamparnya.

Plak!

“Ak!”

Dalam sekejap, teriakan terdengar.

Bandit berbulu itu belum mati.

Tidak, lebih tepatnya, dia berpura-pura mati dan mencari kesempatan untuk melarikan diri.

Dia mencoba melarikan diri dari bocah lelaki mengerikan itu agar bisa kembali untuk membawa lebih banyak orang untuk balas dendam.

‘S-Sial, dia menyadarinya.’ 

Dia mencoba berlari sekuat tenaga agar tidak tertangkap, tetapi dia tetap gagal.

Mumu menatap bandit yang kebingungan itu sambil berkata.

“Kenapa kau malah berpura-pura mati?” 

“Sial!”

“Terlebih lagi, paman bandit. bukankah kau sebelumnya mengatakan sesuatu tentang ketua bandit atau semacamnya?

“Haha…ha…kau dan ayahmu harus bersiap-siap.” 

Setelah tertangkap, harapannya untuk bertahan hidup langsung menghilang, jadi dia memutuskan untuk melampiaskan amarahnya menggunakan kata-kata.

Dengan tidak peduli, Mumu bertanya.

“Di mana orang-orang itu?”

Mendengar kata-kata itu, bandit itu merasa bingung.

Dia baru menyadari kata-kata tersebut setelah beberapa saat.

Sepertinya mereka berencana melarikan diri ke arah yang berlawanan dari ketua bandit.

“Hah. Apakah kau ingin tahu di mana mereka berada agar kau bisa melarikan diri? ” 

“Tidak. Aku ingin berbicara baik-baik dengannya.” 

“Bicara?”

“Ayahku selalu menyuruhku untuk bersikap toleran. Jadi, demi teman-teman paman, aku akan mencoba menyelesaikannya dengan pembicaraan. Tidak ada salahnya mencoba.” 

“Jadi, kau ingin bernegosiasi dengan kami?” 

“Ya.”

Mendengar kata-kata itu, mata bandit itu menyipit.

Dia tidak yakin apakah itu bisa terjadi atau tidak, tetapi dia ingin segera menjauh dari anak itu.

Mendengar hal tersebut, bandit itu langsung menyembunyikan niatnya yang sebenarnya dan berbicara sambil tersenyum.

“Hm. Dengan niat baik seperti itu, aku rasa aku bisa bertindak sebagai perantara antara kau dengan mereka. ” 

Setelah itu,

Tidak terlalu jauh dari sana, ada sebuah rumah yang bagus.

Tak terasa sudah lama rumah itu dibangun.

Bukan sebuah kebetulan mereka bisa menemukan rumah para bandit, dengan asap membubung di atas.

Tempatnya memang cukup besar, bahkan mungkin bisa menampung lima puluh orang.

Byun Yang-ho, sang pemilik tempat, pria setengah baya dengan kepala botak, duduk di kursi dengan tangan yang disilangkan secara angkuh, berada di depan Mumu.

Di sekelilingnya, para bandit lain sedang melihat pemandangan itu.

‘Dasar bodoh.’

Bandit berbulu itu tertawa.

Meskipun Mumu kuat, tapi dia tidak terlihat pintar.

Byun Yang-ho, ketua bandit Yang-ho, adalah prajurit tingkat satu yang berhasil mencapai Tingkat Master, dan ada bandit lain yang juga merupakan prajurit tingkat satu.

Selain itu, Lebih dari setengah bandit lainnya tampaknya adalah prajurit tingkat tiga dan tingkat dua.

‘Dia tak akan bisa lari kemana-kemana lagi sekarang.’ 

Tidak ada jalan keluar.

Rasanya seperti melangkah ke rahang ular dengan kakinya sendiri.

Saat sang ketua ikut terlibat, situasinya langsung bisa ditebak.

Byun Yang-ho, sang ketua, berkata sambil mengelus dagunya.

“Aku tidak tahu apakah ini sebuah keberanian atau memang kebodohan. Kau berani meminta negosiasi setelah membunuh anak buahku? ” 

“Ya. Ayahku selalu berkata bahwa perbedaan antara manusia dan binatang terletak pada pemahaman satu sama lain, jadi berkelahi hanyalah opsi kedua bagiku.” 

Hmm!

“Dari mana datangnya bau kebodohan ini? Apakah dari tubuhnya?” “Pauahahaha!”

“Ya. Ketua. hahaha”

“Hanya para kutu buku bodoh yang berpikir seperti itu. Ha ha ha!” 

Mendengar kata-kata Byun Yang-ho, para bandit di sekitarnya ikut tertawa.

Mumu tidak memperdulikannya melainkan mengarahkan jarinya ke sang ketua dan berkata.

“Latihanmu itu tidak benar.”

“hah?”

“Otot-otot di dadamu terlalu kaku.” 

‘!?’

Byun Yang-ho tidak paham dengan ucapannya.

Apakah anak itu sedang mengejeknya?

Atau dia memang sengaja memprovokasinya?

Bocah itu memang terlihat cukup kompeten, tetapi ia masih tidak percaya kalau bocah itu berani membunuh seseorang hanya dari laporan yang diterima.

“Bocah bodoh ini...”

anak itu masih berusia enam belas atau tujuh belas tahun.

Dan ada batas kekuatan yang bisa dikumpulkan melalui latihan fisik selama kurun waktu tersebut.

Tapi Mumu terus berbicara.

“Keseimbangan dan ketebalan ototmu harus merata dengan melakukan latihan di sisi kanan dan kiri.” 

“… bukankah kau sebelumnya bilang bahwa kau kemari untuk bernegosiasi?” 

“Ah maaf. Melihat otot dadamu yang buruk malah menggangguku secara tak sadar. ” 

“Bocah ini, Kheuhkk… sepertinya kau sangat ingin mati. Ha! Ambil senjata kalian dan bunuh dia sekarang juga!” 

“Baik Ketua!”

Saat perintah itu jatuh, beberapa bandit mengangkat senjata mereka.

Mumu, mengatur gelang logam di pergelangan tangan kanannya, berkata.

“Sudah kuduga, kalian pasti akan memilih kekerasan ketimbang mendengarkan ucapanku.” 

“Hehhh! Kau harusnya datang kemari sambil menyadari hal itu, tidak, kau pasti tidak akan datang kemari kalau kau memang menyadari hal itu!!” 

“Tidak. Aku hanya datang kemari untuk berbelas kasihan kepada kalian. ” 

“Berbelas kasihan? Omong kosong macam apa yang kau katakan? ” 

“Kupikir akan lebih cepat berurusan dengan kalian semua daripada harus melarikan diri dengan ayahku… dan aku penasaran.” 

Kkkkr!

Mumu memutar benda di pergelangan tangannya.

Nomor pada gelang logamnya berubah dari angka delapan menjadi tujuh, kemudian menjadi enam, dan berakhir di angka lima.

Kain di lengan kanannya tersobek, dan otot-ototnya langsung menonjol, termasuk otot-otot leher di sisi kanannya.

Ketua bandit secara tak sadar langsung menelan ludahnya sendiri saat melihatnya.

‘T-Tidak! Bocah mana yang punya otot seperti itu…’ 

Kecemasannya melonjak ketika dia melihat sesuatu yang aneh terjadi.

Byun Yang-ho langsung berteriak.

“Bunuh dia!”

Pada saat itu, Mumu mengepalkan tangan kanannya, dengan otot-ototnya yang mengembang, lalu menghantam dengan keras ke arah tanah.

Kwang!

Tiba-tiba, tanah disekitarnya berguncang dengan keras seolah-olah ada gempa bumi yang terjadi, diikuti dengan getaran dan retakan. Debu-debu dan bebatuan di tanah langsung terhempas gelombang kejutnya.


Komentar

Options

not work with dark mode
Reset